Mimi Mintuna
by :
hananta tedjapawitra
Pernah ketemu
binatang dengan bentuk badan unik ini saat menyelam atau
bermain di pantai? Boleh dikata sedikit sekali penyelam
(atau juga bukan penyelam) yang pernah melihatnya
hidup-hidup di habitat aslinya. “Kepiting” (kalau boleh
disebut demikian) yang mirip kendaraan lapis baja ini,
lebih suka menghabiskan kesehariannya di tempat berlumpur
atau lumpur bercampur pasir. Orang menyebutnya Ketam tapal
kuda atau Kepiting sepatu kuda atau Horseshoe crab.
Nelayan dan masyarakat pesisir Indonesia lebih mengenalnya
sebagai Mimi Mintuna.
Berukuran 10 - 30 cm ditambah ekor yang mirip batang
sumpit, berkulit gelap mirip kepiting bakau, jenis ini
termasuk fosil hidup. Nenek moyangnya sudah ada 200 juta
tahun lalu dan bentuk tubuhnya boleh dikata tak mengalami
perubahan. Hanya muncul dan naik kedaratan sekali setahun
di pantai. Yaitu saat musim berkembang biak. Saat itu
ketam lelaki akan “menunggang” dan menempel dibelakang si
betina. Seolah olah mereka memang selalu bersama dan tak
pernah berpisah. Rupanya inilah yang selalu dilihat orang,
sehingga binatang ini jadi lambang “pasangan” yang
ideal…….selalu bersama-sama, tak terpisahkan. Seperti Mimi
dan Mintuna, begitu kata orang dulu.
Katanya ada 4 spesies, satu di Amerika dan 3 di Asia.
Dianggap bangsa kepiting (kalau boleh dimasukkan di sini)
ini berkaki 10, class Decapoda. Dan yang khas, ujung
setiap kakinya berbentuk capit. Bandingkan dengan kepiting
yang hanya punya 2 capit. Badannya terbagi 2 bagian,
bagian kepala yang lebih besar dan bagian badan. Ekornya
mungkin berfungsi sebagai alat pertahanan diri. Kalau
badannya dipegang ekornya yang keras akan bergerak-gerak
seperti ingin “menusuk”, mirip gerakan ekor kalajengking.
Populasinya di Indonesia? Tidak diketahui pasti. Apakah
berguna sebagai “bahan makanan”? Beberapa kali terdengar
berita, orang yang coba memakannya menjadi keracunan,
bahkan terengut nyawanya. Ada mitos dikalangan masyarakat
pesisir, kalau “terpaksa” harus memakan ketam ini,
masaklah dua-duanya….maksudnya jantan betina sekaligus.
Memasak hanya jantan saja atau betina saja diyakini bisa
mendatangkan bencana keracunan.
Ada fenomena menarik dari spesies yang ada di pantai teluk
Delaware, Amerika utara. Setahun sekali diakhir musim
panas jutaan ketam ini, katanya ditaksir mencapai 2 juta
ekor akan berkumpul mencari pasangannya memenuhi pantai
teluk Delaware.
Spesies dalam foto ditemui hari minggu lalu di pantai
Kejawanan, Kalijaga-Cirebon. Ada anak kecil yang membawa 4
ekor ketam ini dalam keadaan hidup di box stirofoam.
Ketika ditanya untuk apa, dia menjawab: “Buat main……!”
Rupanya ketam ini mau dijual……untuk mainan anak-anak!
Sudah jelas apa yang akan terjadi kemudian, setelah dibuat
mainan, bisa jadi kematian yang akan menunggu ketam-ketam
ini.
Foto 1. Ini bukan sejenis ikan pari, tapi ketam tapal kuda
yang berusaha untuk “masuk” ke pasir.

Foto 2. Sepasang mimi mintuna. Yang jantan umumnya
berukuran lebih kecil dari yang betina.

Foto 3. Bagian bawah tubuh ketam tapal kuda. Kaki-kakinya
semua berujung berbentuk capit. Lihat pula bentuk ekornya
yang mirip batang sumpit.
