Deco Dive,
Dive Com, Kecepatan Naik dan Safety Stop
Oleh: hananta tedjapawitra
Rekan-rekan yang……..budiman,
Pertama ingin diingatkan kembali untuk kegiatan diving
yang kita lakukan…..sport diving atau selam
rekreasi……hanya diijinkan melakukan penyelaman sampai
kedalaman 40 m (130 kaki) dan penyelaman tanpa dekompresi!
Berarti menyelam melebihi waktu NDL tidak direkomendasi.
Aturan ini tidak cuma berlaku untuk level OW (yang katanya
maksimum hanya boleh ke 18 m), tapi sampai level AOW
bahkan DM juga berlaku.
Tabel selam yang dipakaipun umumnya tidak membahas
bagaimana jika penyelaman dekompresi yang dilakukan. Yang
ada adalah jika sampai “tidak sengaja” menyelam melebihi
waktu NDL, maka diberikan opsi misalnya emergency deco
stop nya (bukan lagi safety stop) harus 8 menit atau 15
menit tergantung lamanya waktu NDL dilanggar.
Yang sulit sekarang yang namanya Tabel selam hampir tidak
pernah dibawa (cuma untuk kenang-kenangan pernah ambil
kursus OW)……apalagi digunakan untuk merencanakan
penyelaman sebenarnya. Hampir semua sudah pakai
divecomp……..bahkan yang belum punya divecomp pun lebih
memilih tidak bawa apa-apa…….lebih “nikmat” melirik
divecomp buddy nya!
Divecomp sekarang memang cukup “canggih”. Diver tinggal
melihat berapa sisa waktu NDL, kalau tinggal
sedikit……tinggal naik ketempat lebih dangkal……dan waktu
NDL pasti bertambah lagi (kaya isi pulsa HP). Naik
pelan-pelan, lakukan safety stop di 3-6 m selama 3 menit
dan naik kepermukaan (pelan-pelan juga). Kalau aturan yang
simple ini diikuti, diving jadi nyaman, waktu selam bisa
jauh lebih lama (dibanding pakai tabel) dan diving
berhari-hari sekalipun (satu hari dive 3 – 5 kali) tidak
jadi masalah.
Jadi masalah kalau divernya “bandel”, misalnya diving
sampai waktu NDL hampir habis atau bahkan terlewati, naik
sembrono (terlalu cepat), deco stop dilanggar. Nah disini
divecomp baru “menuntut” pemakai untuk bisa
mengoperasikannya lebih “mendalam”. Berbagai aturan dan
tindakan yang tidak usah dilakukan selama penyelaman
dilakukan tidak lewat NDL, naik pelan dan safety stop
dilakukan, jadi muncul. Dengan kata lain divecomp sekarang
memang bisa digunakan untuk penyelaman Dekompresi.
Kasus Instruktur yang baru OW adalah kasus penyelaman yang
sudah melewati waktu NDL (jadi sudah penyelaman
Dekompresi). Diving sampai 32,4 m dan dimenit ke 24 tanda
CEILING muncul, itu berarti waktu NDL sudah habis dan
penyelaman menjadi penyelaman Dekompresi. Kemudian tanda
SLOW muncul dikedalaman 23 m (saat naik dari 27 m ke 16 m)
dan 11 m ke 5 m, berarti kecepatan naik terlalu cepat.
Sekarang tentang Dive comp Suunto
Tentang SAFETY STOP.
Safety stop yang berarti berhenti selama minimal 3 menit
di kedalaman 3-6 m saat naik, tujuan utamanya adalah untuk
mereduksi adanya gelembung mikro gas nitrogen (silent
bubbles). Menurut teori Suunto, ada 2 macam safety stop.
Recommended Safety stop.
Yang ditunjukkan dengan munculnya tanda STOP dan angka 3
menit dikedalaman 3-6 m. Semua penyelaman yang dilakukan
lebih dari 10 m akan memunculkan tanda ini. Sesuai namanya
“Recommended”, jika tidak dilakukan tidak ada penalty baik
untuk surface interval maupun penyelaman berikutnya.
Mandatory Safety Stop.
Muncul saat naik dikedalaman 3-6 m. Ditunjukkan dengan
tanda STOP + CEILING + kedalaman CEILING depth (biasanya 3
m) dan waktu safety stopnya pasti diatas 3 menit (misalnya
5 menit).
Waktu ini sudah termasuk waktu Recommended safety stop.
Tanda ini muncul kalau kecepatan naik terlalu cepat (yang
dianjurkan maksimum 10 m / menit), kadang melewati 12 m /
menit atau diatas 10 m / menit terus menerus selama naik.
Jika diver melakukan safety stop lebih dangkal dari
Ceiling depth, harus segera menuju ketempat yang lebih
dalam dari Ceiling depth. Jika Mandatory Safety Stop ini
dilanggar atau tidak dilaksanakan penuh, akan berpengaruh
pada berkurangnya waktu NDL penyelaman berikutnya.
Tentang DECO DIVE
Yang berarti, penyelaman dilakukan sudah melewati
waktu NDL
(waktu NDL habis, sudah sampai 0 menit).
Muka air A ---=---=---= --=---=-- =---=---= ---=---=-
Pada divecomp Suunto jika waktu NDL nol, akan digantikan
dengan munculnya tanda CEILING, ASC TIME berkedip-kedip
dan tanda anak panah menghadap keatas. Tanda-tanda ini
muncul di kedalaman Floor (D). Jika tanda ini muncul tidak
dianjurkan untuk tinggal lebih lama lagi di D. Menyelam
lebih dalam dari Floor/ D akan berakibat waktu dekompresi
akan bertambah terus/ tambah lama. Kedalaman antara B – D,
decompression range adalah tempat dimana diver
melaksanakan dekompresi (dengan cara naik pelan-pelan maks
10 m per menit dan berhenti di ceiling zone B-C. Berhenti
tidak boleh lebih dangkal dari kedalaman B.
Ada 4 situasi yang harus diperhatikan:
Diver berada
dibawah kedalaman Floor D. Tanda yang muncul CEILING, ASC
TIME berkedip dan anak panah keatas! Diver harus segera
naik perlahan secepatnya. Ceiling depth muncul dilayar
tengah bagian kiri dan waktu naik minimum ada di layar
tengah kanan.
Diver berada di
atas kedalaman Floor D. Jika diver naik lebih dangkal dari
Floor, ASC TIME berhenti berkedip, tanda panah naik
menghilang. Dekompresi dimulai, tapi berjalan lambat.
Untuk mempercepatnya diver harus lanjut naik keatas lagi
(pelan-pelan tentunya).
Diver berada di
Ceiling zone B-C. Tanda spesifik adalah tanda 2 anak panah
saling bertemu. Diver harus deco stop disini, jangan naik
keatas! Waktu ASC TIME akan berubah…..berkurang sampai
angka 0. Diver baru boleh naik ke permukaan jika tanda ASC
TIME dan CEILING sudah hilang. Lebih baik lagi jika tanda
STOP juga sudah hilang (mengindikasikan bahwa recommended
safety stop 3 menit sudah lengkap dijalani). Ada
kemungkinan kedalaman ceiling tidak cuma 1, bisa lebih.
Tergantung beratnya penyelaman dekompresi, berarti diver
perlu berhenti dilebih dari satu perhentian.
Diver berada
diatas Ceiling B. Dalam situasi ini tanda anak panah
mengarah kebawah akan muncul dan peringatan berupa bunyi
terdengar. Juga kode Err muncul di layar tengah. Diver
harus segera kembali ke bawah ceiling B. Jika dalam waktu
3 menit tidak dilakukan, dive comp akan berubah jadi Mode
Error. Yang berarti tidak akan bisa dipakai untuk waktu 48
jam kedepan.
Rumit? Ya....sedikit………makanya kita-kita dianjurkan diving
Non dekompresi saja (kecuali Technical Diving). Asal kita
pandai-pandai menjaga waktu NDL selalu tersisa (dengan
naik sistim tangga ketempat yang lebih dangkal misalnya),
waktu selam kita masih cukup lama.
Ada diver yang divecomp nya sampai keluar tanda
Error…….habis menyelam malah disimpan di lemari………dan
tetap menyelam lagi! Ilmu “kira-kira” seperti
ini…….sebaiknya tidak kita tiru.
Kecepatan
naik…….Suunto
Kecepatan naik harus pelan-pelan, maksimum 10 m/menit. (33
kaki/menit). Per detik kira-kira cuma boleh naik15 cm! Di
kiri Suunto…..yang ada tulisan ASC-MEM-SET- TIME, saat
naik dilayar sebelah kanannya akan muncul indikator
kecepatan naik.
Kecepatan 4–6
m/mnt. Muncul di kanan ASC satu indicator (one segment).
Kecepatan 6-8
m/mnt. Muncul di kanan ASC dan MEM dua indicator (two
segment)
Kecepatan
8-10m/mnt. Muncul di ASC,MEM,SET tiga indicator (three
segment)
Kecepatan
10-12m/mnt. Muncul empat indicator (four segment)
Jika pelan sekali (dibawah 4 m/mnt) tidak akan muncul
indicator. Jika lebih cepat dari 12 m/mnt atau kecepatan
saat naik terus menerus diatas 10 m/mnt, akan muncul pula
tanda SLOW…..dan STOP!
Tentang gaya “deco stop”. Suunto lebih menyarankan untuk
“continuous decompression”, menjalankan dekompresi sambil
naik (tapi pelan-pelan sekali)……tidak dengan berhenti stop
disatu kedalaman tertentu.
Yang koko 2 dijit ceritakan dari 24 m, kemudian naik ke 23
m dan stop selama 3 menit……ini rasanya deco stop yang
dilakukan terlalu dalam. Kita ingat dulu tabel US
Navy…….decostop umumnya dilakukan di 30, 20 dan 10 kaki
(9,6 dan 3 m).
jika deco stop dilakukan terlalu dalam……waktu deco stop
akan jadi lebih panjang dan naik kepermukaan akan jadi
lebih lama. Lebih ideal jika tanda anak panah naik muncul
(berarti diver dibawah kedalaman floor, segera naik keatas
sampai tanda anak panah hilang (berarti diver berada di
kedalaman decompression range….lihat email kemarin) dan
pelan pelan sekali (maksimum 8 m/mnt?) naik sampai tanda 2
anak panah naik dan turun muncul semua. Ini berarti diver
ada di ceiling zone.
Disinilah deco stop dilanjutkan sampai ……tuntas!
Jangan bingung jika diver tidak melakukan penyelaman
dekompresi (waktu NDL masih ada terus)……..tapi kok divecom
meminta safety stop dilakukan lebih dari satu kali.
Tergantung dari divecom nya dan juga teori dasar yang
dipakainya…...misalnya yang mengadopsi teori “deep stop”
pasti akan meminta safety stop lebih dari satu kali.
OK, saatnya semua pakai divecom…….apapun merknya……yang
pasti saat ini kalau menyelam…… harus ada divecom.
Setujooooooo!
Note: Ada
baiknya untuk mengenal divecomp yang ada (di Indonesia ada
4 besar: Suunto, Aladin, Mares dan Oceanic), klub panggil
distributornya satu persatu…… untuk kasih presentasi
kelebihan dan kekurangan divecomp masing-masing