Corona Diving Club Indonesia
Corona Diving Club Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

Kecepatan Turun, Deco Dive dan Akibat Lainnya
Oleh: hananta tedjapawitra


Pernah bertanya sebenarnya berapa kecepatan turun maksimal yang diijinkan? Apa boleh sekencang-kencangnya? Supaya cepat sampai dasar?

US NAVY Manual dan NOAA Manual ternyata memuat hal ini. Saya kutip langsung manual US NAVY: “ The maximum rate of descent, by any method, is 75 feet per minute ( 22,9 m per minute)”.

Diver ternyata perlu waktu untuk menyesuaikan dengan tekanan yang bertambah besar dengan bertambahnya kedalaman. Apa kasus Fredy kecepatannya lebih dari syarat ini? Personil US Navy diver yang umurnya antara 20 sampai 30 an tahun dan tentunya sangat bugar saja perlu pembatasan kecepatan turun. Apalagi kita-kita yang selam rekreasi dengan kondisi tubuh tidak seperti personil US Navy.

Menurut NOAA Manual pengaruh tekanan yang perlu dicermati sehubungan dengan ekwalisasi adalah dari permukaan sampai 50 feet (15,2 m). Setelah kedalaman ini ekwalisasi relatif menjadi jauh lebih mudah.



Pak Soesilo belum pernah meninggalkan buddy kan ? Sangat baik sekali kalau kita mau berpegang teguh pada waktu NDL. Dive comp akan sangat membantu untuk memonitor hal ini. Selama ini pemakaian divecomp kan sudah memperpanjang waktu selam kita (dibandingkan dulu waktu masih pakai tabel). Asal kita menyelam tidak bertahan di satu kedalaman, tapi menyelam dengan profil tangga dari yang terdalam ke yang lebih dangkal.

Kalau sampai waktu NDL kelewat, ikuti segera keinginan computer. Naik pelan-pelan, jangan sampai kedalaman “CEILING” terlewati. Misalnya Ceiling nya 3 m, jangan sampai kita lebih dangkal dari 3 m, misalnya di 2 m. Ambil contoh divecomp Suunto Stinger, kalaupun Ceiling terlampaui, akan ada peringatan dan kita masih diberi kesempatan untuk secepatnya menyelam dibawah Ceiling.

Kecepatan naik, umumnya kita tahu terlalu cepat setelah divecomp memberi tanda atau tulisan SLOW muncul. Sebenarnya kalau kita jeli, di divecomp sudah bisa dibaca kita naik secara benar atau terlalu cepat. Di Stinger ada tanda di layar sebelah kiri. Dari No segment sampai 4 segment. No segment dan 1 segment berarti pelan-pelan naik, 2 sampai 3 segment masih kecepatan naik yang aman, 4 segment dan lewat tanda SLOW akan muncul, divecomp juga beri tanda kedip-kedip. Jadi jangan tunggu sampai tanda SLOW muncul, ini boleh dibilang sudah terlambat.



Yang satu ini, bukannya untuk menakut-nakuti. Ada efek samping lagi dari penyelaman deco atau habis terkena deco. Efek ini tidak langsung muncul, bisa berbulan-bulan sesudahnya atau bahkan bertahun tahun kemudian. Kalau di darat kita kenal Osteoporosis, nah di medis penyelaman ada istilah Dysbaric Osteonecrosis. “Divers bone disease”(penyakit tulang pada penyelam) ini ditemukan pertama kali pada pekerja yang membangun pondasi Caisson (untuk pondasi jembatan) di abad 19 lalu. Yang terkena tulang-tulangnya, biasanya pada tulang-tulang panjang (lengan dan paha) dan persendian akan menjadi jaringan tulang mati. Gejalanya mirip radang sendi, sakit nyeri apalagi dipakai untuk bergerak.

Di duga ini adalah akibat terlambat dari penyakit dekompresi. Sumsum tulang yang mengandung banyak lemak sesuai teori akan menyerap banyak nitrogen. Jika penyelam naik tidak mengikuti prosedur dekompresi dan kecepatan naik terlalu cepat, nitrogen akan tertinggal disekitar tulang tersebut. Dan menghambat aliran darah. Tulang akan jadi “mati” kekurangan oksigen. Jika menyerang persendian, yang menanggung beban tubuh, bisa terjadi Arthritis yang berat.

Waktu belajar diving anda tidak pernah diberitahu hal ini? Karena dianggap kita tidak pernah akan melakukan selam deco dan kalau diberitahu sejak awal, bisa-bisa peminat diving menurun drastis. Dari penyelidikan lanjutan, naik terlalu cepat, kurang safety stop pun ternyata dapat memicu penyakit ini, walaupun kita tidak menyelam deco.



Sehubungan dengan lemak dan nitrogen, dulu ada anggapan bahwa kita lebih tahan terhadap penyakit dekompresi dibanding orang kulit putih. Ibaratnya kita ayam kampung dan mereka ayam negeri (yang banyak lemak). Tapi dengan perubahan pola makan kita, saat ini kita juga hobby makan steak, daging ayam negeri, hamburger dan lain-lain yang mengandung banyak lemak, kita sudah sama dengan orang kulit putih sekarang. Kalau masih tetap mau sehat sampai tua nanti dan umur panjang, mari kita sama-sama hati-hati dalam melakukan penyelaman. Dive comp ada yang dilengkapi dengan beberapa pilihan untuk lamanya NDL. Di Stinger misalnya ada P1, P2 dan P3. P1 itu untuk anak muda umur 20-30 an, punya waktu NDL yang paling lama. Kalau kita sudah setengah baya, jangan malu-malu menggantinya ke P2, kalau perlu setel di P3.