Corona Diving Club Indonesia
Corona Diving Club Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 
 
 

Peralatan SCUBA untuk UW Photography
Oleh: hananta tedjapawitra


Akhirnya, tips-tips UW photo mulai bermunculan. Dari Makarios, Andi Chan, Asin dan dari temain yang lain.

Sebagai pemula tips untuk peralatan ini yang bisa saya berikan. Untuk kamera, tehnik memotret dan lain-lain tentunya rekan lain akan mengisinya. Selamat memotret!


1. Regulator

Cari regulator yang second stagenya mempunyai exhaust valve (katup buang) jauh kearah samping. Supaya saat menghembus napas gelembung udara akan terbuang jauh kesamping sehingga tidak menghalangi pandangan ke kamera.


2. Oktopus regulator

Jangan gunakan Oktopus konvensional dengan selang panjang. Kalau ada pakai tipe AIR (Alternate Inflator Regulator) yang dipasang di selang BC. Supaya tidak terlalu banyak selang yang mungkin akan nyangkut kemana-mana. Dan oktopus konvensional cenderung akan terisi pasir/ kotoran saat kita memotret di daerah berpasir.


3. Wetsuit dan hood

Untuk di Indonesia gunakan minimal wetsuit dengan ketebalan 3 mm. Waktu selam yang cenderung lama (bisa sampai 100 menit saat foto makro) bisa menbuat kita kedinginan. Gunakan juga tutup kepala (hood) yang akan sangat menolong menjaga tubuh tetap hangat. Dibagian lutut untuk keamanan pilih yang berpelindung baik dan tebal. Pemotret akan banyak bertumpu pada lutut saat memotret.


4. Fins

Cari fin yang paling berat yang bisa ditemui! Kenapa? Untuk kestabilan dan agar kita dapat menggunakan fins untuk bertumpu. Fins ringan akan cenderung membuat bagian kaki penyelam naik keatas. Gunakan fins jenis open heel. Boot akan melindungi seluruh kaki kita. Ingat saat konsentrasi memotret biasanya kita akan lupa memperhatikan bagian tubuh yang lain apakah berada dekat sesuatu yang membahayakan atau tidak. Juga fins yang cukup kaku. Gunanya untuk menumpu tubuh kita dengan cara menancapkan bagian depan fins di pasir


5. Pemberat

Pemotret butuh pemberat lebih saat memotret bawah air, agar stabil dan kedudukan tubuh “kokoh” saat terkena arus, alun atau ombak. Percaya atau tidak saat di Manado kemarin satu pemotret handal sampai memakai 10 kg pemberat (yang kalau dilihat dari postur tubuh cukup 4 kg untuk menyelam). Dan distribusi pemberat cukup penting, usahakan bagian atas (kira-kira dibagian BC terikat pada tanki) diberi pemberat juga, agar bagian kepala dan dada pemotret bisa tetap rendah. Sebagai pengganti fins berat bisa dipakai pemberat di mata kaki (ankle weight). Lupakan dulu teori “Netral Bouyancy” jika ingin menghasilkan foto-foto Makro yang indah.


6. Snorkel dan Sarung tangan

Walaupun snorkel penting sebagai alat bantu saat penyelam berada di permukaan, saat memotret sebaiknya tidak pakai snorkel. Pasang saja dibagian lain tubuh atau dibawa di dalam BC, tidak terpasang di masker.
Sarung tangan boleh dipakai sebelah saja. Untuk berjaga-jaga jika terpaksa harus memegang atau berpegangan pada sesuatu. Tangan yang dipakai untuk menekan tombol kamera sebaiknya tidak bersarung tangan, untuk memudahkan mengoperasikan kamera.


7. Tongkat / Stick

Stick perlu dibawa untuk keperluan membuat obyek foto keluar dari “persembunyiannya” . Dan untuk mengatur pose “mereka” agar pas saat difoto.


8. Warna peralatan

Secara umum warna yang ideal untuk keperluan memotret ya “hitam” semua! Ini membuat penyelam lebih mudah mendekati obyeknya (obyek tidak merasa terganggu). Tapi ada juga binatang atau ikan tertentu yang tertarik dengan warna-warni mencolok, seperti merah atau kuning.
Di salah satu kepulauan Pasifik, ada jenis ular laut tertentu yang ternyata sangat menyukai warna……biru!

9.Pakailah Gas Nitrox

Terakhir, jika diberi tawaran memakai gas Nitrox, pakailah. Pasti lebih baik dari udara tekan biasa, baik dari segi dekompresi atau dari segi kondisi tubuh. Di resort-resort terkenal sudah mulai umum pemakaian Nitrox.