Corona Diving Club Indonesia
Corona Diving Club Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

Radio VHF untuk diver
(up to 500 feet water depth)
Oleh: Surya Prihadi

Pakcik,

Pertama kita pakai senter sebagai housing nya. Paling gampang dan murah. Pilihan terbaik Underwater Kinetic D8 atau senter selam apapun yang pakai batere D size 8 biji dan dalam housing nya tidak ada sekat.


Ada beberapa radio yang bisa masuk ke senter Underwater Kinetic D8. Senter D8 tanya ama Rina my staff di Sea Pearl, tapi saya lagi borong yang ada sekarang sebab saya ada trip jauh July dan ada kawan2 asing yang ikut, saya haruskan mereka pakai radio..atau tidak akan saya kasih diving. Mungkin bulan depan masuk tuh D8 baru.

Pakai D8 sebab ini besar, jadi bisa flexible pilihan radio nya dan D8 tidak ada ada sekat di dalam nya untuk batere, jadi luas. Juga per/pegas untuk batere di D8 bisa di cabut base nya, jadi dalam nya senter bersih total.

Sebelum D8, Underwater Kinetic model nya UK1200. Ini juga bisa pake, tetapi harus potong sekat batere nya jika radio tipe gemuk dan pegas untuk batere nempel mati.
 


Radio yang paling cocok adalah Icom M72. Beli di Mirusa Graha, in agen Icom 021-8291900.
Saya sudah pake radio gini sejak lama. Icom M88 memang paling pendek radio nya, tetapi antena nya kaku, M72 antena nya sangat flexible. M88 setelah 3 tahunan antena akan patah jaket plastiknya.

M72 satu-satu nya radio di dunia ( untuk pasaran bebas non militer/commercial ) yang rating IPX8. IPX8 artinya bisa di lelep di air 1.5 meter selama 30 menit. Yang lain semua IPX7, IPX 7 adalah rating 1 meter kelelep 30 menit.

Ada juga merek Yaesu ( Standard Communication ), juga dari Mirusa Graha yang model nya saya lupa2 inget, HX370 atau apa gitu, tapi IPX7 dan batere nya Ni-Metal. Icom M72 dan M88 sudah Lithium Ion. Itu Yaesu di Ambon tahun lalu koslet masuk air melalui layar LCD nya, padahal ombak cuma 1 meteran. Mungkin ini bad batch.

Jangan pakai radio darat segala, pakai marine VHF yang saya sebut.

Beli satu untuk ABK di kapal, latihan pakai nya. Setel di chanel 69 , ini pleasure channel jadi tak ganggu kapal besar. Jika kepepet, masuk ke channel 16, in channel emergency internasional yang di monitor kapal komersial. Jika belum paham tata cara ber radio, belajar dulu supaya sopan di udara.

Latihan pakai alat ini dengan kru dan kawan. Saya tidak kasih tim diver ikut saya pada lokasi tertentu ( hampir semua lokasi sih ) jika tidak ada radio ini.

Jika kapal jemputan ada kompass, latihan dengan mereka. Anda saat terapung, keluarkan radio dari senter, buka sarung tangan biar lebih kering dan panggil kapal. Posisi anda terhadap kapal tembak pakai kompass, baca recipocal atau kurangkan 180 derajat, itulah posisi anda bagi kapten kapal secara kompass. Jika kapal tidak ada kompass, sebutkan kira-kira sekian ratus meter anda telah hanyut dan minta kapten ikuti arus sejauh X meter. Jika kapal sudah nampak, bisa minta dia arah lurus atau belok seperlunya.

Sosis standard punya jarak pandang pada cuaca normal teduh cuma 900 meter. Itu pun kalo mata mencari dan matahari tidak ada di belakang kita. Jika sudah sore sekitar jam 4 ke atas, dan matahari di belakang kita, 100 meter saja susah si kapal melihat kita.

Saat berbicara di radio, tegakan antena lurus, ini penting sebab radiasi gelombang radio dari antena pendek seperti lampu mercu suar dan ini low gain antena jadi, maka ketinggian sangat penting. Peluk BCD dan angkat tangan yang pegang radio tinggi2, jika kapal jauh, silahkan teriak ke mikrophone. Formula nya adalah, selama mata anda bisa melihat kapal, posisi antena sebatas tinggi kepala anda pasti bisa transmisi sampai ke kapal, selama radio di kapal dalam posisi berdiri cantik dan bukan rebah.
4,000 meter portable ke portable VHF di laut pasti bisa, apalagi setting pada medium (3-5 watt ) atau high power ( 5-6 watt ).
Buatkan safety drill, dimana diver belum nampak 30+ menit setelah turun ke air, radio sudah siap pada posisi tegak lurus dan di monitor selalu. Pastikan volume suara di radio kapal pada posisi 70%. Kalo ini lupa, sama ajah bohong.

Speaker radio jika kerendam air atau kena ombak besar bisa hilang suara nya 80%, kayak radio rusak. Biasakan tiup tiup grille speaker dengan mulut setiap kali radio kena ombak sambil arahkan muka radio ke bawah. Air akan netes keluar pelan2. Kalo M72 ada khusus lubang kecil di grille speaker untuk buang air dalam kondisi kayak gini. Latihan dengan celupkan radio ke ember supaya anda tau effek air terjebak di membrane speaker kayak apa hilang nya audio.

Jika anda naik pesawat, buka dulu senter penyimpan radio ini setiba di lokasi, dan kencangkan lagi seperlunya. Sering kali kena cabin pressure pesawat dan jadi susah di buka , tetap pakai 2 paha kita jepit senter di permukaan air bisa buka kok, cuma saja kalo panik kan otak kadang2 kurang kreatif.

Jika kapal ada radio VHF permanen dan antena tinggi, sesuaikan channel dulu. Baiknya tetap serep VHF portable ini dipegang operator kapal kecil sebab kapal kecil lah yang akan jemput anda, jika anda diving pakai kapal LOB besar kayak Sea Safari. Buatkan pengikat di leher untuk radio yang di pegang ABK kapal.

Kecepatan arus 2 knot adalah umum untuk drfit dive, ini artinya 3,600 meter per jam. Itung sendiri lah berapa jauh ini.

Jika apes sampai hanyut di balik batu besar atau bukit dan signal radio kena blokir, lalu ada kapal besar lewat, coba channel 16, lalu 77 lalu 11. 77 dan 11 adalah Port Control ( pelabuhan ) kapal banyak Indonesia medium size yang lupa dan berlayar tapi nyetel nya channel ini terus, khususnya kapal penyebrangan.

Standar internasional jika darurat dan belum tahap merengut nyawa seperti kebakaran atau kapal akan tenggelam, panggilan di radio mulai dengan PAN - PAN ( baca nya pen, pen menulis loh )...lalu sebutkan emergency anda. MAYDAY-MAYDAY adalah kata panggil awal untuk keadaan bisa merengut nyawa.

Jika anda pakai LOB, biasanya kapal LOB buang jangkar dan bisa saja anda menyelam di balik pulau atau tertutup tanjung dan pastinya menyelam dengan kapal kecil nya. Kapal lain yang lewat, anda bisa minta tolong sebagai relay station, sebab antena mereka tinggi dan power nya 30 watt. Jadi catat kapal LOB anda setting channel VHF di berapa.

Selalu ingat dan ketahui saat diving, daratan berapa derajat kompass, arus ke arah berapa derajat kompass, maka anda pasti tau anda itu di timur/barat/ utara/selatan dari titik entry awal. Anda tinggal minta kapal lain relay kan pesan ke kapal LOB ( ingat nama tuh kapal LOB nya ) dan indikaskan bahwa anda sekitar X kilometer sisi barat/timur/ selatan/utara dari titik awal penyelaman.

Senter harus pakai tuna clip ( di toko pancing komersial ada jual ) lihat secara detail photo yang saya attached, ini supaya mudah di pasang dan di cabut dari BCD saat di perlukan dan juga saat di simpan. Ikatnya coba seperti cara saya, di back plate BCD, jangan di jahitan atau material BCD. Dulu saya pernah ikat di weight pocket BCD belakang dan saat back roll dan ada tiang, tersangkut, robek tuh kantong weight belt BCD sebab tali yang saya pakai kuat. Radio dalam senter akan meyumbang sekitar 200-300 gram positif buoyancy, jadi panda-pandai atur weight system anda bagi yang sudah perfect up to 200 gram weight system nya.
 


Pasang stiker reflektif di housing senter seramai-ramai nya, biar kalo lepas dari BCD pun, malam hari bisa di cari gampang pakai lampu sorot.

Latihan sering saat pertama punya radio ini dan rutin latihan sekali-kali.

DIVE SAFE........