Tidak diragukan lagi, inilah
kapal karam di Indonesia bagian barat yang paling banyak
dikunjungi penyelam. Awalnya kapal barang bernama Telok
Yahya, tenggelam di tahun 1979 disebelah timur pulau
Papatheo, kep Seribu.
Haluan berada dikedalaman 15 m an, sedangkan bagian buritan
berada di kedalaman 30 m lebih. Saat ini, setelah 30 tahun
terendam air laut kapal telah terbagi jadi tiga bagian.
Tiang utama yang dulunya terlihat muncul di permukaan air,
juga patah dan sekarang semua bagian kapal berada dibawah
air. Badan kapal sudah banyak ditumbuhi binatang karang
berbagai jenis.
Waktu yang tepat untuk berkunjung kekapal ini, saat musim
pancaroba Maret sampai Mei. Laut tenang, jarak pandang bisa
10 m lebih. Musim Timur (Juli-Agustus) tidak nyaman ke kapal
ini karena letaknya yang di bagian timur pulau pasti
mendapat terpaan angin timur.
Jika saja kejernihan air bisa seperti di Indonesia Timur,
yakinlah kapal ini akan jadi saingan berat kapal karam
Liberty, yang ada di pantai Tulamben, Bali.
Dibawah ini beberapa foto kapal Papatheo, yang diambil saat
hari Waisak, 10 Mei lalu.
Foto 1. Bagian terdalam dari bagian bawah buritan kapal,
kedalaman 32 m. Terlihat divemaster Wahab sedang menggunakan
senternya untuk melihat lubang-lubang di dinding kapal.

(Foto 1)
Foto 2. Kipas laut
berukuran besar tumbuh subur di lambung kapal. Berbagai
jenis binatang laut tumbuh di dinding kapal.

(Foto 2)
Foto 3. Diatas geladak kapal, ex teman dekat sedang
mengendarai scooter airnya. Suasana yang biasanya hening
tiba-tiba jadi “ramai”, saat scooter dijalankan kesana
kemari dan di “gas penuh” (mirip suasana trek-trek an)

(Foto 3)
Foto 4. Tiang utama kapal
(mast) dipenuhi oleh soft coral beraneka warna. Soft coral
ini sepertinya ada musimnya juga. Berkendara dan melintas
diantara dua tiang utama? Hanya satu kata……asyik!

(Foto 4)
Info Camera: Canon
G-9, Ikelite housing, lensa Wideangle 20 mm, Strobe Ikelite
DS 160, asa 100, f 2,8, TTL.
|